Kamis, 31 Maret 2011

Makanan yang Harus Dihindari Agar Tidak Ada Lingkaran Hitam Pada Mata


Anda ingin menghilangkan lingkaran hitam dan bengkak di sekitar mata lebih cepat?
Maka Anda bisa mencoba dengan tidur lebih banyak, berhenti merokok, kurangi minum, dan hindari paparan sinar matahari.
Selain itu, Anda juga harus menghindari makanan di bawah ini, yaitu:

1. Kopi
Kafein dalam minuman kopi bisa memengaruhi kulit menjadi lebih kasar dan lingkaran hitam menjadi semakin nyata. Selain itu, jika Anda minum lebih dari satu cangkir kopi per hari, maka bisa memengaruhi siklus tidur Anda.
Terlalu banyak kafein membuat tidur kurang nyenyak. Kurang tidur akan menyebabkan lingkaran hitam dan bengkak di sekitar mata menjadi semakin parah.
2. Makanan Asin
Terlalu banyak garam bisa menyebabkan tekana darah menjadi tinggi dan retensi air dalam tubuh meningkat. Retensi air dalam tubuh yang lama akan menyebabkan edema atau bengkak di bawah mata Anda.
Retensi air dalam tubuh akan menyebabkan kulit menjadi tampak kembung dan bengkak. Kulit di bawah mata sangat lembut, sehingga bengkak akan terlihat sangat jelas dibandingkan bengkak pada area tubuh yang lain.
3. Roti
Roti mengandung gandum dan ragi. Jika Anda sensitif terhadap gandum atau ragi, maka Anda mungkin akan merasa kelelahan sepanjang hari terutama setelah memakan roti.
Infeksi ragi bisa menyebabkan banyak masalah untuk kulit, seperti gatal-gatal, ruam pada kulit, dermatitis, dan eksim.
4. Makanan Gorengan
Minyak panas memicu munculnya radikal bebas yang bisa merugikan kulit. Radikal bebas bisa menyebabkan keriput pada kulit dengan menyerang dan merusak DNA.
Radikal bebas juga memiliki efek berbahaya lain yang disebut stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan penyebab utama penuaan.
5. Susu
Alergi susu bisa menyebabkan lingkaran hitam di sekitar mata akibat gatal atau sering menggosok kulit di sekitar mata. Gatal yang konstan dan keseringan menggosok bisa menimbulkan lingkaran hitam di sekitar mata Anda.
Ada banyak makanan bisa menyebabkan lingkaran hitam di bawah mata, oleh karena itu Anda harus berhati-hati dengan apa yang Anda makan sehari-hari.


Pilih Ikan Atau Kail ??


 “Duh, kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah”, keluh Kaka si kancil.
“Iya nih”, jawab Kuri si kura-kura lirih, “kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis.”
Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah gua kecil. Di sekitar gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini, panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.
“Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang”, lanjut Kuri, “pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini.”
BRAKKKK!!!!
Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.
“Aku ada ide!”, teriak Kaka dengan semangat ‘45.
“Ada ide ya ada ide”, gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi, “tapi jangan bikin aku mati muda dong.”
“Dengar dulu”, potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya. “Bagaimana kalau kita minta ikan ke pak Beri? Kan seringkali dia dapat ikan banyak, yang lebih dari jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh.”
“Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia? Lama-lama juga pasti pak Beri gak akan mau memberi ikan ke kita.”, jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang tadi terjatuh. Lanjutnya, “Lebih baik kita minta diajari cara memancing ikan saja.”
“Ah, tahu sendiri kan pak Beri seperti apa sifatnya”, tukas Kaka. “Galak. Bicaranya keras, tapi susah dicerna maksudnya. Mendingan minta langsung aja. Lagipula aku malas kalau harus belajar segala.”
Kaka melangkah mendekati jendela. Matanya berbinar-binar nakal.
“Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar pak Beri mau memberikan ikan kepadaku.”, katanya. “Gimana Kur, setuju tidak?”
Kuri termenung. Di satu sisi, ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.
Di sisi lain, ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak kebingungan apabila suatu saat kemarau datang lagi.
“Hei, kok malah melamun”, ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.
“Aku tidak ikutan deh”, jawab Kuri.
“Loh kok…”
“Iya, aku ingin coba memancing saja. Pasti terasa lebih lezat kalau ikannya hasil pancinganku sendiri”.
Mata Kaka tercenung. Ia menatap tajam ke arah Kuri. Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.
“HAHAHAHAH!!! Kamu bercanda kan? Memangnya kamu mau belajar darimana? Pak Beri? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia!”, kata Kaka lantang. “Lagipula”, lanjutnya, “semua binatang di hutan ini kan tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya.”
Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.
“Biar saja”, jawabnya. Pede. “Aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa”.
Begitulah. Keesokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati pak Beri yang sedang memancing. Ia kemudian mencoba untuk membuat tongkat pancingnya sendiri dan menanyakan kepada pak Beri, apakah kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami apa maksud perkataan pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat tongkat pancing yang kuat dan kokoh.
Si kancil? Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga pak Beri lewat dan mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdik, pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.
“Lihat nih,” ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah, “ikan pemberian pak Beri. Besar bukan? Pasti lezat jika dibumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga. Mana ikanmu?”
Kuri menunjukkan kail buatannya dengan bangga.
“Nih”, katanya sambil tersenyum. “Hari ini aku memang belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri.”
“Terserahlah,” tukas Kaka. “Kok mau-maunya sih repot begitu.”
Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari pak Beri. Mulai dari memilih umpan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya. Kaka pun melalui hari-harinya dengan seribu satu alasan untuk dapat menaklukkan hati pak Beri.
Lama kelamaan, pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan ikan hasil tangkapannya pada Kaka.
“Tuh kan, benar yang aku bilang”, kata Kuri bijak. “Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada orang lain. Meskipun kelihatannya susah, jika terus mencoba, pasti kita akan bisa.”
Kaka mengangguk perlahan. Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.

Nilai – nilai yang terkandung dalam dongeng tersebut :
1.   Kita harus berusaha walaupun terlihat sulit
2.  Mencoba dengan kemampuan sendiri
3.  Jangan menjadi orang yang lemah
4.  Berfikir positif untuk mendapatkan kesuksesaan
5.  Tidak bermalas – malasan atau berpangku tangan untuk mendapatkan sesuatu
6.  Dalam dongeng ini dapat peribahasa “berakit – rakit kehulu berenang – renang ketepian” yang artinya bersakit –sakit dahulu bersenang – senang kemudian
7.  Berusaha tidaklah langsung berhasil melainkan ada kalanya kita jatuh dan akan bangkit lagi, sehingga hasil yang didapatkan maksimal


*    Nilai Kesenangan :
1.   Pembaca lebih mengerti dengan bahasa dari dongeng ini yang tidak berat
2.  Lebih berimajinasi

*    Menarik informasi :
1.   Memotivasi seseorang agar tetap berusaha
2.  Tidak menjadi orang yang berpangku tangan atau malas

*    Warisan kultural :
1.   Dapat dilihat pada zaman yang lampau setiap ingin mendapatkan sesuatu seperti uang / makanan orang – orang rela bekerja dengan giat sampai harus merelakan dirinya menjadi budak

*    Keseimbangan wawasan :
1.   Mencakup semua aspek dan semua pembaca baik muda maupun tua karena pembahasannya ringan dan bermakna positif

FITRIA PRATIWI
12110849
1 KA 21

Selasa, 22 Februari 2011

Kecerdasan sosial - kekuatan dan kelemahan

Luangkan waktu beberapa menit dan catat di kertas, pada bagian hidup sosial anda yang manakah yang menurut anda terletak kekuatan dan kelemahan. Harus di bedakan antara kehidupan rumah tangga dan kehidupan di lingkungan kerja. Tidak mengherankan apabila dijumpai banyak usahawan dan profesional yang sukses tapi dalam msuatu situasi sosial mereka mengalami kesulitan memulai percakapan.
Bagian hidup yang perlu direnungkan termausk hal – hal berikut :
·      Bersedia mendengarkan orang lain
·      Mampu melakukan “obrolan ringan”
·      Peduli pada perasaan orang lain
·      “Mempromosikan” diri atau ide’
·      Bersikap positif kepada diri sendiri
·      Bersikap positif kepada ornag lain
·      Dapat mengatasi situasi dengan baik dalam keadaan yang kikuk atau canggung
·      Melakukan pendekatan dan menjalin hubungan serasi (repport) dengan orang


Sumber : THE POWER IF SOCIAL INTELLIGENCE “sepuluh cara jadi orang yang pandai bergaul” : Tony Bauzan

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Harapan


ILMU BUDAYA DASAR
Kebudayaan (culture) berasal dari kata sansekerta yaitu buddayah. Bentuk jamak dari buddhi (budi) atau akal.
Kebudayaan: hal – hal yang bersangkutan dengan akal
Budaya : budi dan daya, yang berupa cipta, karsa dan rasa
Kebudayaan : hasil dari cipta, karsa dan rasa.
Ilmu Budaya Dasar dapat diartikan sebagai pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan utnuk mengkaji masalah – masalah manusia dan budaya.

Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjdadi :
1.    Ilmu – ilmu alamiah (Natural Science) yaitu : mengetahui keteraturan yang ada di alam semesta.
Contoh : ilmu fisika, kimia, astronomi, kedokteran, biologi, dan mekanika.
2.    Ilmu – ilmu sosial (social science) yaitu : mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
3.    Pengetahuan budaya (The Humanities) yaitu : mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah nilai manusia sebagai makgluk budaya.

Tujuan dari Ilmu Budaya Dasar itu sendiri adalah supaya dapat mengembangkan kepribadian seseorang dengan cara emmeperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai – nilai suatu budaya, baik menyangkut orang lain dan alam sekitarnya maupun yang mengenai derinya sendiri.
Supaya dapat menjangkau tujuan Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1.    Mengusahakan setiap orang lebih peka terhadap lingkungan budayanya sendiri
2.    Mengembangkan pemikiran yang lebih kritis terhadap masalah kemanusiaan dan budaya
3.    Sebagai calon pemimpin bangsa dan ahli dibidangnya, tidak jatuh dalam sifat – sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat
4.    Mengusahakan komusikasi agar lebih mampu berdialog satu sama lain

Untuk lebih jelasnya kita juga dapat mendifinisikan kebudayaan, yaitu : keseluruhan sisitem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Kebudayaan adalah segala tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar.


Manusia dan harapan
Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia terkadang tidak pernah puas dengan apa yang mereka sudah dapatkan, mereka masih mengharapkan sesuatu yang lebih. Dalam hati mereka tidak merasakan cukup walau tuhan sudah memeberi, manusia selalu mempunyai harapan untuk masa depannya. Mereka berfikir masa depan yang harus didapatkan adalah masa depan yang cerah. Setiap hari harapan – harapan tersebut selalu diungkapkan sebelum menjalani aktifitas namun terkadang mereka melupakan tuhan yang dapat mengabulkan semua harapan yang mereka minta. Sangat disayangkan apabila seseorang sudah sukses karena harapan yang diimpikannya terkabul tetapi mereka melupakan siapa yang telah mengabulkan harapannya itu. Untuk itu kita dapat introspeksi diri bagaimana kita bisa terlahir didunia ini. Kita juga dapat kembali mengenal budaya – budaya milik kita sendiri. Manusia mempunyai agama yang berbeda – beda dan setiap manusia harus percaya kepada agama yang telah dianutnya agar mereka yakin bahwa segala harapan yang diinginkan dapat terkabul dan termasuk manusia yang menghargai budayanya,

Penjelasan diatas merupakan definisi dari saya mengenai manusia dan harapan yang menurut saya manusia seakrang sudah banyak yang lupa dengan tuhannya sehingga mereka menjadi orang yang tidak mengenal terimakasih karena sudah terlahir serta lupa akan budayanya dan harus banyak belajar mengenai lingkungan budayanya.




FITRIA PRATIWI 
12110849
1 KA 21

Ilmu Budaya Dasar - Manusia dan Harapan


ILMU BUDAYA DASAR
Kebudayaan (culture) berasal dari kata sansekerta yaitu buddayah. Bentuk jamak dari buddhi (budi) atau akal.
Kebudayaan: hal – hal yang bersangkutan dengan akal
Budaya : budi dan daya, yang berupa cipta, karsa dan rasa
Kebudayaan : hasil dari cipta, karsa dan rasa.
Ilmu Budaya Dasar dapat diartikan sebagai pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan utnuk mengkaji masalah – masalah manusia dan budaya.

Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjdadi :
1.    Ilmu – ilmu alamiah (Natural Science) yaitu : mengetahui keteraturan yang ada di alam semesta.
Contoh : ilmu fisika, kimia, astronomi, kedokteran, biologi, dan mekanika.
2.    Ilmu – ilmu sosial (social science) yaitu : mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
3.    Pengetahuan budaya (The Humanities) yaitu : mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah nilai manusia sebagai makgluk budaya.

Tujuan dari Ilmu Budaya Dasar itu sendiri adalah supaya dapat mengembangkan kepribadian seseorang dengan cara emmeperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai – nilai suatu budaya, baik menyangkut orang lain dan alam sekitarnya maupun yang mengenai derinya sendiri.
Supaya dapat menjangkau tujuan Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1.    Mengusahakan setiap orang lebih peka terhadap lingkungan budayanya sendiri
2.    Mengembangkan pemikiran yang lebih kritis terhadap masalah kemanusiaan dan budaya
3.    Sebagai calon pemimpin bangsa dan ahli dibidangnya, tidak jatuh dalam sifat – sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat
4.    Mengusahakan komusikasi agar lebih mampu berdialog satu sama lain

Untuk lebih jelasnya kita juga dapat mendifinisikan kebudayaan, yaitu : keseluruhan sisitem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Kebudayaan adalah segala tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar.


Manusia dan harapan
Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia terkadang tidak pernah puas dengan apa yang mereka sudah dapatkan, mereka masih mengharapkan sesuatu yang lebih. Dalam hati mereka tidak merasakan cukup walau tuhan sudah memeberi, manusia selalu mempunyai harapan untuk masa depannya. Mereka berfikir masa depan yang harus didapatkan adalah masa depan yang cerah. Setiap hari harapan – harapan tersebut selalu diungkapkan sebelum menjalani aktifitas namun terkadang mereka melupakan tuhan yang dapat mengabulkan semua harapan yang mereka minta. Sangat disayangkan apabila seseorang sudah sukses karena harapan yang diimpikannya terkabul tetapi mereka melupakan siapa yang telah mengabulkan harapannya itu. Untuk itu kita dapat introspeksi diri bagaimana kita bisa terlahir didunia ini. Kita juga dapat kembali mengenal budaya – budaya milik kita sendiri. Manusia mempunyai agama yang berbeda – beda dan setiap manusia harus percaya kepada agama yang telah dianutnya agar mereka yakin bahwa segala harapan yang diinginkan dapat terkabul dan termasuk manusia yang menghargai budayanya,

Penjelasan diatas merupakan definisi dari saya mengenai manusia dan harapan yang menurut saya manusia seakrang sudah banyak yang lupa dengan tuhannya sehingga mereka menjadi orang yang tidak mengenal terimakasih karena sudah terlahir serta lupa akan budayanya dan harus banyak belajar mengenai lingkungan budayanya.








FITRIA PRATIWI
12110849
1 KA 21