Kamis, 07 Oktober 2010

Tugas I / Beras - Nasi

BERAS – NASI

Kita sebagai mahkluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa di dunia ini adalah tergolong makhluk yang paling mulia di dunia dengan sebutan “manusia”. Dan tidaklah kita sangkal lagi bahwa yang menjadi makanan pokok adalah “padi”. Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Sebagian besar padi ditanam di daerah – daerah pedesaan karna cuacanya yang mendukung. Apabila ditanam didaerah perkotaan seperti jakarta kurang cocok. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara menanam padi, berikut ini adalah proses bagaimana padi mulai ditanam hingga dipanen menjadi beras :
Pengolahan Tanah Pengolahan tanah yang dilakukan oleh petani - petani tradisional di Indonesia biasanya menggunakan cangkul, Traktor Pembajak, Pembajak dg ditarik Kerbau/sapi. pertama, tanah sawah yang akan dibajak di rendam air (biar lunak dan mudah mencangkulnya), apabila musim hujan pengairannya dengan air hujan namun apabila musim kemarau terkadang petani menyewa diesel dengan biaya penyewaan sekitar 20.000/jam. Bila sudah selesai dibajak, diberi herbisida, kemudian langsung ditanami, dibiarkan dulu 5-7 hari untuk menghilangkan racun di herbisida.
Pembuatan Benih dan persemaian Benih unggul yang dibeli di toko pertanian biasanya harga Rp6500 per kg, harus direndam dengan air selama 24 jam, lalu ditiriskan biar hilang kandungan air berlebihnya, setelah itu di diamkan selama 48 jam, biar berkecambah terlebih dahulu benihnya kemudian disebar, pupuk, setelah bibit di semai (ditanam di lahan pembenihan), bibit harus dirawat, sampai benih yang di semai itu berumur 17 - 25 hari, sehingga siap dicabut dan ditanam.
Penanaman Dalam fase ini, banyak banget yang perlu diperhatikan, cara tanam, jarak tanam, jumlah tanaman tiap lobang, dan kedalaman tanam. Biasanya penanaman padi dilakukan bersama-sama (gotong royong) dengan penggarap lahan yang lainnya (tetangga lahan).
Pemeliharaan Di fase ini yang paling lama dan paling berat, biasanya 2 bulan - 3 bulan baru bisa dipanen.., dalam fase ini banyak yang harus dilakukan, mengairi sawah, menyiangi rumput (gulma), menjaga dari hama termasuk ulat dan tikus, menjaga dari burung, dll.
Panen Jadwal panen adalah ketika tanaman sudah sampai pada batas yang ditentukan dalam kemasan benih, terlihat berwarna kuning matang, dan kadar air pada biji padi kira - kira adalah 20 - 26 %.
Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.
Kita juga perlu tahu bagaimana padi diproses sehingga dapat menjadi beras seperti yang kita konsumsi setiap hari. Berikut ini adalah langkah dalam memproses padi. Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah diproses melalui beberapa tahap sebelum menjadi beras. 1. Perontokan & Pengeringan 2. Pecah Kulit 3. Polish/Giling Perontokan dan Pengeringan Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari merang. Pengeringan adalah proses mengurangi kadar air gabah hasil panen untuk keperluan simpan atau giling. Urutan dua proses ini bisa dibolak balik. Pada padi hybrida umumnya dirontokkan dulu lalu dikeringkan/dijemur, sedangkan untuk padi varietas lokal umumnya dikeringkan lalu dirontokkan. Perbedaan tahapan proses ini karena padi hybrida mudah dirontokan secara manual sedangkan pada varietas lokal lebih sulit jadi memerlukan mesin perontok. Pecah kulit Setelah dirontokkan, gabah dimasukkan ke mesin pemecah kulit. Proses ini mengelupaskan sekam dari gabah. Hasil biji beras pada proses ini yang dikenal dengan BERAS PECAH KULIT atau BROWN RICE. Biji beras masih memiliki lapisan kulit ari (aleurone dan pericarp). Lapisan kulit ari ini umum dikenal dengan istilah bekatul. Aleurone adalah lapisan protein. Pada saat benih akan berkecambah, sel aleuron akan memecah menjadi asam amino. Dipicu oleh hormon yang dilepaskan oleh embrio, aleuron akan mensintesis enzim yang berguna untuk memacu perkecambahan. Pericarp adalah jaringan yang mengelilingi biji, sebagai pelindung embrio.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa lapisan kulit ari kaya akan kandungan protein, vitamin, mineral, lemak dan serat. Oleh karena itu membiasakan mengkonsumsi beras pecah kulit menjadi lebih sehat dan lebih baik. Akan tetapi umumnya orang enggan memakannya karena nasi dari beras pecah kulit lebih keras, walaupun sudah lama dimasak, sehingga sulit dikunyah.
Giling Proses mengelupaskan lapisan kulit ari sehingga didapat biji beras yang putih bersih. Biji beras yang putih bersih ini sebagian besar terdiri dari pati. Struktur Gabah - Beras pecah kulit - Beras giling - Beras kecambah.
Setelah proses penggilingan selesai maka hasilnya menjadi butir - butir beras yang berwarna putih. Namun warna beras bermacam – macam. Beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia.
Kemudian beraas yang sudah dipilih kita tidak dapat langsung dikonsumsi melainkan ada beberapa tahapan proses, yaitu :
1. Sediakan beras secukupnya
2. Air untuk mencuci beras
3. Berikan air secukupnya pada beraas yang ingin dimasak
4. Api untuk memasak beras hingga matang
Beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin.
Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata beras.
Untuk kepentingan diet, beras dijadikan sebagai salah satu sumber pangan bebas gluten dalam bentuk berondong.
Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah yang telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg).
Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.
Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium.
Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial darienzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.
Beras "biasa" yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras. Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.
Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila ditanak (misalnya 'Cianjur Pandanwangi' atau 'Rajalele'). Bau ini disebabkan beras melepaskan senyawa aromatik yang memberikan efek wangi. Pada beras yang wangi ini banyak peminatnya dan harganya pun berbeda dengan beras yang biasa. Beras wangi ini sedikit lebih mahal dari beras biasa. Namun terkadang ada orang – orang yang ingin untung tetapi tidak mempedulikan orang lain dengan membuat wangi buatan dari beras tersebut jadi pada saat beras tersebut sudah dimasak dan matang wanginya hilang namun pada saat membelinya beras tersebut masih wangi.
Negara Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya mencari makan dengan bertani, maka Indonesia membantu negara lain yang lahan agrarisnya sedikit dengan cara mengimport beras yang disetujui oleh pemerintah.

Sumber :


 NPM : 12110849

3 komentar:

Shafira Ayuni mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Shafira Ayuni mengatakan...

Boleh terangkn dgn jelas ? Step bh step ,,

Shafira Ayuni mengatakan...

Tak faham sangat ..

Posting Komentar