Kamis, 01 November 2012

PERMAINAN TRADISIONAL


PERMAINAN TRADISIONAL YANG TERLUPAKAN


Zaman yang semakin canggih perkembangannya dengan menggunakan media elektronik berupa permainan, handphone, gadget yang lainnya menjauhkan anak – anak modern saat ini menjadi jauh dari segala macam hal permainan tradisional.
Mungkin waktu di zaman saya masih kanak – kanak banyak memainkan permainan tradisional bersama teman – teman saya, namun untuk saat ini miris sekali karena anak – anak kurang mengenal permainan tradisional, mereka hanya mengenal gadget terbaru, permainan game on-line, play station, PSP, game boy atau permainan yang lainnya.
Waktu saya kanak – kanank permainan itu semua termasuk barang mewah dan tidak semua teman sebaya dengan saya mempunyainya. Namun untuk saat ini itu semua sudah seperti membeli ‘kacang goreng’. Sehingga akan – anak kurang bersosialisasi dengan orang, kurang bergerak (berolahraga) dikarenakan mainan seperti itu hanya di lakukan dengan duduk santai, apa lagi anak – anak suka dengan mengemil makanan ringan sehingga mengakibatkan mereka obesitas (kegemukan).
Apabila mereka bermain permainan tradisional mungkin tidak seperti itu karena permainan tradisional merupakan permainan yang membuat tubuh aktif  bergerak dan mengeluarkan keringat sehingga sama saja seperti olah raga.
Saya akan memberikan contoh permainan yang saya mainkan saat saya kanak – kanak dulu, diantaranya :

1.         Galasin
Namun permainna ini di setiap daerah berbeda – beda jadi apabila kita di tanya di suatu daerah mungkin mereka tidak ada yang mengerti, namun apabila langsung di praktekan cara bermainnya mereka bisa mengerti.
Permainan ini terdiri dari 4-5 orang yang berjaga – jaga membuat baris panjang ke belakang, saat lawan ingin masuk para penjaga harus mengenai bagian tubuh lawan yang ingin masuk atau mengunci salah satu lawan dengan mengeluarkan penjaga ‘jurus’ sehingga lawan terkunci di depan dan kelompok yang sudah masuk ingin keluar tidak boleh keluar sebelum si lawan bisa melewati penjaga jurus dan penjaga utama. Kalau memaksakan ingin keluar maka yang kelompok yang di dalam harus jaga dan kalah.

2.      Petak umpat
Permainan ini biasa saya lakukan saat siang / sore hari sepulang sekolah / sepulang mengaji. Memulai permainannya dengan cara mengumpulkan jari telunjuk seluruh pemain di atas salah satu telapak tangan pemain sambil bernyanyi “cap cip cup kelobang kuncup kuda lari di atas genting langit biru tebayang – bayang cap cip cup dor yang kaget jaga” saat mengatakan ‘yang kaget jaga’ telapak tangan tersebut harus menguncup dan menangkap salah satu jari telunjuk pemain. Setelah terperangkap salah satu telunjuknya maka permainan di mulai dengan menempatkan si penjaga di depan tiang /tembok dengan memjamkan mata dan kemudian teman yang lainnya mengumpat jangan sampai ketahuan. Si penjaga menghitung sesuai dengan peraturan hitungan yang di sepakati sebelumnya. Setelah dihitung selesai maka penjaga mencari teman – temannya sampai ketemu, saat ada salah satu yang ketemu maka penjaga / pemain yang di temukan langsung menyentuh tiang yang tadi di jaga sambil mengucapkan ‘ingglo’.

3.      Tak Jongkok
Tak jongkok merupakan permainan yang di mulai dingan cara hompimpah, permainna ini minimal 2 pemain. Caranya adalah salah satu ada yang jaga kemudian yang lainnya berlalri danjangan sampai si penjaga tersebut mengenai tubuh bagian manapun si pelari apabila terkena maka jaganya bergantian, begitupun seterusnya.
Permainan ini sangat dianjurkan karena melatih kelincahan para pemain dan melatih fisik anak – anak juga.




FITRIA PRATIWI
12110849
3 KA 21

0 komentar:

Poskan Komentar