PENGGUNAAN
TANDA BACA DALAM EJAAN BAHASA INDONESIA
Kita berada di negara Indonesia yang
banyak suku bangsanya, mungkin ratusan banyaknya karena Indonesia negara
kepulauan yang wilayahnya cukup luas. Untuk mempersatukan bahasa supaya setiap
suku bangsa salin gmengerti satu sama lain yang di maksudkan maka kita
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun dalam berbagai suku
masih banyak wilayah yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia di karenakan
tenaga pengajaran yang kurang karena wilayahnya di pelosok sehingga
transportasi yang ada kurang memadai.
Untuk itu kita mulai dengan dengan
memahami berbagai tanda baca yang di gunakan dalam bahasa Indonesia.
Ini adalah berbagai macam tanda baca
yang ada dalam Bahasa Indonesia.
1.
TITIK
Titik atau perhentian akhir biasanya
dilambangkan dengan (.). Tanda ini lazimnya dipakai untuk :
1.Menyatakan
akhir dari sebuah tutur atau kalimat.
Contoh:



Karena kalimat tanya dan kalimat
perintah atau seru mengandung pula pengertian perhentian akhir, yaitu
berakhirnya tutur, maka tanda tannya dan tanda seru yang digunakan dalam
kalimat-kalimat tersebut selalu mengandung sebuah tanda titik.
Contoh:



2.Tanda
titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan singkatan kata
atau ungkapan yang sudah lazim. Pada singkatan kata yang sudah
terdiri dari tiga huruf atau lebih yang dipakai satu titik.
Contoh:
















Semua singkata kata yang menggunakan
inisial atau akronim tidak menggunakan titik : DPR, MPR, ABRI, Hankam, Kopkamtib, ampera, Lemhanas, dsb.
3.Tanda
titik digunakan untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang
menunjukkan jumlah; juga dipakai untuk memisahkan angka jam, menit dan titik .
Contoh:




2.
KOMA
Koma atau perhentian antara yang
menunjukkan suara menarik ditengah-tengah tutur, biasanya dilambangkan dengan
tanda (,). Disamping untuk menyatakan perhentian antara (dalam kalimat), koma
juga dipakai untuk beberapa tujuan tertentu.
Dalam hal-hal berikut dapat digunakan
tanda koma :
1.
Untuk memisahkan bagian-bagian kalimat, antara kalimat setara yang menyatakan
pertentangan, antara anak kalimat dan induk kalimat, dan antara anak kalimat
dan anak kalimat.
Contoh:


Dari uraian diatas dapatlah
disimpulkan bahwa dalam usaha penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia, lebih
dahulu harus ditentukan secara deskriptif tata fonem bahasa Indonesia sebelum
dilakukan pemilihan huruf bagi fonem-fonemnya.
2.
Koma digunakan untuk menandai suatu bentuk parentetis (keterangan-keterangan
tambahan yang biasanya ditempatkan juga dalam kurung) dan unsur-unsur yang tak
restriktif :
Contoh:

Kedatangannya, seperti yang diinginkan
dari dulu, tidak disambut dengan upacara besar-besaran.
3.Tanda
koma digunaka untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak
kalimat mendahului induk kalimatnya, atau untuk memisahkan induk kalimat dengan
sebuah bagian pengantar yang terletak sebelum induk kalimat.
Contoh:



4.Koma
digunakan untuk menceraikan kata yang disebut berturut-turut :
Contoh:

5.Tanda
koma dipakai di belakang kata atau ungkapan transisi yang terdapat pada awal
kalimat, misalnya : jadi, oleh karena itu, lagi pula, meskipun begitu, akan
tetapi, disamping itu, dlsb.
Contoh:

6.Koma
selalu digunakan untuk menghindari salah baca atau keragu-raguan.
Contoh:

J e l a s : dijalan raya, kelihatan
ramai.
7.Koma
dipakai untuk menandakan seseorang yang diajak bicara.
Contoh:

8.Koma
dipakai juga untuk memisahkan aposisi dari kata yang diterangkan.
Contoh:

9.Koma
dipakai untuk memisahkan kata-kata afektif seperti o, ya, wah, aduh, kasihan,
dari bagian kalimat lainnya.
Contoh:


10.Tanda
koma dipakai untuk memisahkan sebuah ucapan langsung dari bagian kalimat
lainnya.
Contoh:

11.Koma
digunakan juga untuk beberapa maksud berikut:
a. Memisahkan nama dan alamat,
bagian-bagian alamat, tempat dan tinggal.
b. Menceraikan bagian nama yang
dibalikkan (untuk referensi, misalnya).
c. Memisahkan nama keluarga dari gelar
akademik.
d. Untuk menyatakan angka desimal.
Contoh
:


3. Tanda Seru (!)
·
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan
berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :

4. Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
- Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara
- Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
5. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai
berikut
- Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
- Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
- Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
- Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman. antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh :

6. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
- Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris,
- Menyambung unsur-unsur kata ulang
- Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
Contoh :

jan.
7. Tanda
Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut
- Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
- Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan
- Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan
Contoh :


8. Tanda Kurung Siku ( {..} )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
- Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain
- Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung
Contoh :

9. Tanda Petik ("...")
Fungsi tanda petik adalah:
- Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain
- Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat
- Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :

10. Tanda
Petik Tunggal ('..')
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsiL
- Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
- Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing
Contoh :

11. Tanda
Garis Miring (/)
- Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
- Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat
Contoh :

12. Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
- Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.
NAMA : FITRIA PRATIWI
KELAS : 3 KA 21
NPM : 12110849
3 komentar:
maksih tas berbagi ilmu_x
kuliah mana?..
hai..
Posting Komentar