Sabtu, 07 Januari 2012

Takluknya Jagoan Quraisy





Takluknya Jagoan Quraisy
Sebagai orang kuat yang  memiliki tubuh berotot, Rukanah memang seorang jagoan berkelahi. Pernaih ia melawan sepuluh orang dab semuanya dapat dikalahkan.
Sayangnya Rukanah orang Quraisy itu kelewat sombong. Kesombongannya pernah ditunjukkan kerika bertemu dengan Rasulullah.
Tiga sahabat itu lalu bergegas pulang dan melaporkan tentang hal tersebut kepada Rasulullah.
“sudah, ya Rasulullah. Tapi mulutnya terbungkan rapat,” jawab Bilal.
“biarlah aku sendiri yang akan datang kesana”, kata Rasulullah.
Begitu Rasulullah melihat keadaaan Al Qomah yang memilukan itu, beliau lansung bertanya kepada istrinya.
“masih hidupkan orang tuanya Al Qomah?”, tanya beliau.
“masih ya Rasulullah tapi hanya tinggal ibunya saja yang sudah tua renta”, jawab istrinya.
“diamna dia sekarang?” Rasulullah bertanya lagi.
“di rumahnya, tetapi tempatnya jauh dari sini”, jawab istrinya kemudaian.
Tak banyak bicara lagi Rasulullah mengajak ketiga sahabatnya untuk menemui ibu Al Qomah untuk mengabarkan keadaan anaknya.
Tetapi jawaban ibu Al Qomah sangat mengejutkan Rasululah dan para sahabat, setelah beliau mengabarkan bahwa anaknya sakit keras.
            “biarlah dia rasakan sendiri”, jawab ibunya Al Qomah dengan acuh tak acuh.
“tetapi dia dalam keadaan sekarat, Bu? Apakah ibu tidak merasa kasihan kepada anak ibu?” tanya Rasulullah.
“dia berbuat dosa kepadaku”, jawabnya singkat.
“ya tapi maafkanlah dia. Sudah sewajarnya ibu memaafkan anak ibu yang tengah skarat saat ini”, bujuk Rasulullah.
“bagaimana aku bisa memaafkan dia ya Rasulullah, jika Al Qomah selalu menyakitnkan hatiku sejak mempunyai istri”, kata ibu Al Qomah.
Mendengar ucapan ibu Al Qomah, Rasulullah menjadi apa yang menyebabkan lelaki itu mengalami naza’ yang cukup lama, itu karena telah durhaka terhadaporang tuanya.
“baiklah, jika ibu tidak mau memaafkan dia, maka Al Qomah tidak akan bisa mengucapkan kalimat syahadat, dan dia akan ma”, kata ibu Al Qomah.
Merasa membujuknya tidak berhasil meluluhkan hati seorang tua itu, maka Rasulullah mencari akal.
“hai sahabat Bilal, kumpulkan kayu bakar sebanyak – banykanya!”, perintah Rasulullah kepada Bilal.
“untuk apa kayu bakar itu, ya Rasulullah”, tanya Bilal keheranan.
“akan aku gunakan untuk membakar Al Qomah dari pada dia hidup terus tersiksa seperti ini. Lebih baik kita bakar saja agar lebih cepat dia mati. Dan itu lebih baik dari pada dia menanggung sakit lebih lama lagi”, jawab Rasulullah.
Mendengar perkataan Rasulullah itu, ibu Al Qumah tersentak. Hatinya luluh membayangkan apa jadinya anaknya di bakar hidup-hidup. Lalu ia pun menghadap Rasulullah sambil terisak.
“wahai Rasulullah,jangan kau bakar anakku. Kaishanilah dia.. aku akan memaafkan apa yang telah perbuatnya terhadap ku”, ratapan memelas.
Mendengar hal itu, legalah hati Rasulullah karena telah meluluhkan hati seorang ibu yang telah menaruh dendam kepada anak lelakinya. Beliau lalu mendatangi Al Qomah dan menuntunnya membaca talqin. Berbeda dengan sebelumnya, mulut Al Qomah lantas bergerak membisikkan kalimat syahadat dan dzikir seperti yang dituntunkan Rasulullah.
Al Qomah kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah fasih mengucapkan kalimat syahadat. Ia meninggal dengan khusnul Khatimah. Jiwanya telah menjadi tenang, karena telah diampuni dosanya oleh ibu kandungnya. Memang benar, surga itu berada di telapak kaki ibu.

 sumber : Kumpulan Dongeng Anak - Anak Muslim, MB. Rahimsyah - Kidh. Hidayat, Bintang Indonesian Jakarta



FITRIA PRATIWI
12110849
2 KA 21

0 komentar:

Poskan Komentar